tribatimes.com - Kabupaten Bekasi - Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Kabupaten Bekasi tak sekadar menjadi ajang seremoni dan unjuk armada. Di balik parade kendaraan pelayanan, Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi menegaskan tantangan utama sektor transportasi adalah menghadirkan pelayanan yang cepat, responsif, dan benar-benar dirasakan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan dalam peringatan Harhubnas 2026 yang digelar di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kamis (17/9/2026).
Sejumlah unit pelayanan Dishub ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari Pasukan Reaksi Cepat Urai Kemacetan, Tim Reaksi Cepat Perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU), armada Bus BTS Trans Wibawamukti, hingga kendaraan teknis berupa skylift dan mobil storing.
Namun, keberadaan armada dan personel tersebut dinilai bukan tujuan akhir. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan seluruh fasilitas itu mampu bergerak ketika masyarakat membutuhkan.
Plt Kepala Dishub Kabupaten Bekasi Andi Suhadhi menegaskan, wajah pelayanan transportasi harus diukur dari manfaat yang diterima masyarakat.
“Transportasi bukan hanya soal kendaraan, tetapi bagaimana pelayanan itu benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Andi.
Ia menekankan, persoalan kemacetan membutuhkan respons yang cepat. Petugas pengurai lalu lintas dituntut tidak sekadar hadir ketika terjadi kepadatan, tetapi mampu mengambil langkah secara cepat agar gangguan arus kendaraan tidak berlarut-larut.
Hal serupa berlaku pada pelayanan PJU.
Menurut Andi, gangguan penerangan jalan tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Ketika ada gangguan, kita harus cepat merespons. Jangan sampai masyarakat menunggu terlalu lama karena penerangan jalan merupakan bagian dari keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya.
Transportasi Publik Harus Bisa Diandalkan
Di sisi lain, Dishub Kabupaten Bekasi juga mendorong penguatan transportasi publik melalui layanan Bus BTS Trans Wibawamukti.
Keberadaan angkutan tersebut diharapkan mampu menjadi alternatif mobilitas masyarakat dengan layanan yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Pengembangan berikutnya diarahkan pada Koridor 2 Trans Wibawamukti yang direncanakan menghubungkan Stasiun Cikarang dengan kawasan Pemerintah Kabupaten Bekasi di Cikarang Pusat.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan koridor tersebut dapat efektif pada 2027.
Bagi Dishub, pengembangan transportasi publik tidak cukup hanya dengan menyediakan armada. Yang jauh lebih penting adalah menghadirkan kepastian layanan sehingga masyarakat memiliki alasan kuat untuk menjadikannya sebagai pilihan mobilitas sehari-hari.
Andi menegaskan, jangan sampai pemerintah telah menyediakan angkutan, tetapi masyarakat masih menghadapi ketidakpastian ketika hendak menggunakannya.
“Jangan sampai masyarakat sudah disediakan angkutan, tetapi masih kesulitan mendapatkan kepastian pelayanan. Transportasi publik harus menjadi pilihan yang benar-benar bisa diandalkan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan kualitas pelayanan sebagai pekerjaan rumah utama Dishub Kabupaten Bekasi. Sebab, keberhasilan transportasi publik pada akhirnya bukan hanya ditentukan oleh jumlah armada, tetapi juga oleh kepastian, keterjangkauan, kenyamanan, serta konsistensi pelayanan.
Harhubnas Jadi Momentum Evaluasi
Peringatan Harhubnas 2026 Kabupaten Bekasi mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.” Upacara dipimpin Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan peluncuran dan penyerahan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait penerapan manajemen talenta bagi aparatur sipil negara (ASN).
Bagi jajaran Dishub Kabupaten Bekasi, momentum Harhubnas menjadi pengingat bahwa pelayanan publik harus terus bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat.
Andi kembali menegaskan tiga fokus yang menjadi perhatian jajarannya: mempercepat penguraian kemacetan, mempercepat penanganan gangguan PJU, serta memperkuat transportasi publik.
“Kita harus bergerak cepat mengurai kemacetan, sigap menangani penerangan jalan dan terus menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman serta terjangkau,” katanya.
Dengan demikian, Harhubnas 2026 tidak berhenti pada seremoni tahunan. Bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, ukuran keberhasilannya justru akan terlihat di jalan: seberapa cepat kemacetan ditangani, seberapa sigap lampu jalan yang mati diperbaiki, dan seberapa pasti transportasi publik dapat diandalkan.
Sebab pada akhirnya, transportasi yang baik bukan yang paling banyak dipamerkan, melainkan yang paling nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Redaksi

