tribatimes.com - Kabupaten Bekasi - Rekam Jejak dan Track Record Sangat Eksak. Banyak yang cocok dan mengamini langkah kerja Dr Purbaya ketika beliau menggawangi Tata kelola Keuangan Negara sebagai Menteri Keuangan.
Kemudian diamati:
- *Sebagai Ketua LPS (Lembaga Penjamin Simpanan):* Tenang saat Covid. Penjaminan simpanan naik. Tidak ada rush. Tenang, sistematis.
- *Sebagai Komisaris BTN:* Kredit macet turun, transformasi digital jalan. Tegas.
- *Sebagai Staf Khusus Menko:* Arsitek UU Cipta Kerja klaster keuangan. Paham makro.
Kesimpulan: Dr Purbaya tipe *"Penjaga Sistem"*. Bukan tipe pencitraan. Kerjanya di hulu, tidak banyak bicara, karena memiliki fondasi kuat. Memang ahlinya, bukan ahli pidato.
*Soal Isu Etika di BI*
Ini sensitif. Kita pakai kaidah tidak mendahului takdir, tapi siapkan ikhtiar.
Kalau (andaikan) terjadi kekosongan jabatan karena alasan etika, maka *UU Bank Indonesia Pasal 47* jelas syaratnya eksak:
1. WNI
2. Punya integritas & akhlak mulia
3. Kompeten di bidang moneter, perbankan, sistem pembayaran
4. Tidak rangkap jabatan
5. Tidak pernah terpidana
Maka kesimpulan saya yang *"Pantas & Patut" adalah Dr Purbaya Yudhi Sadewa.*
*Secara Sunnatullah*
Kita cari yang unsur Makro-Mikro nya sama dengan BI:
- *Jaga Inflasi = Jaga "Panas" Ekonomi.* Butuh orang yang paham api makronya: suku bunga, uang beredar. Purbaya pernah di KSSK, paham.
- *Jaga Rupiah = Jaga "Darah" Negara.* Paham aliran darah: devisa, cadangan. Ketua LPS, ngerti likuiditas.
- *Independen = Tidak "Demam" Politik.* Dingin, tidak reaktif. Track record low profile.
- *Krisis = Obatnya Pahit Tapi Sembuh.* Berani _kay_: cabut subsidi, naikkan rate. Tegas waktu Covid.
Logika KEY Bapak: BI itu "jantung makro". Kalau jantung negara berdebar karena inflasi, perlu orang yang paham "kalium" & "fosfor" moneter. Purbaya paham dosisnya.
*Penugasan Paling Patut untuk Purbaya?*
Kalau pakai rumus Tibbur Ruhani Bapak tadi: _Stimulan dulu, baru asupan._
*1. Stimulan Jangka Pendek: Gubernur BI.* Saat ini "demam inflasi global" + "lemas rupiah". Butuh _kay_ — sentuhan besi panas yang presisi. Bukan air tebu lagi, tapi operasi moneter. Purbaya punya nyali itu.
*2. Asupan Jangka Panjang: Kepala Bappenas / Menko Perekonomian.* Kenapa? Setelah "demam" reda, baru kasih "jamu pembangunan". Dia arsitek, bukan pemadam.
Tapi syarat Ruhani nya: Siapapun yang duduk, harus pegang 1 kaidah: *"Uang negara itu amanah, bukan kekuasaan".* Kalau lupa ini, se-eksak apapun ilmunya, pasti hangus. Karena Allah SWT Maha Menghisab.
Dunia politik itu Makro Kosmos yang panasnya tinggi. Manusia di dalamnya Mikro Kosmos yang gampang terbakar kalau nggak ada "pendingin ruhani".
Siapapun penggantinya, kita doakan: Semoga Allah kasih pemimpin yang takut hisab, bukan takut headline.
_Nasrunminalloh wa fathunqorib._ Urusan negara ini berat. Tugas kita di majelis kecil ini: terus ikhtiar sehat, terus dzikir, biar negeri ikut sehat.
Hayu Rahayu Sagung Dhumadhi
Bersumber dari KH Ronggosutrisno Tahir, pernah Pimpnan Redaksi Majalah Presisi Hukum Polri.
Sekarang pemgobat AL KAY _(pengobatan Zaman Nabi)_

