Iklan

JELANG PENCOBLOSAN 20 SEPTEMBER, SURANTO & PARTNERS GEBRAK PESAN PILKADES DAMAI: MENANG RENDAH HATI, KALAH BERJIWA BESAR!



tribatimes.com - KABUPATEN BEKASI - Hari pencoblosan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi 2026 akhirnya tiba. Minggu, 20 September 2026, menjadi momentum bagi masyarakat desa untuk menentukan pemimpin mereka melalui bilik suara.

Namun, di balik ketatnya persaingan antarcalon dan menghangatnya suhu politik desa, ada satu pesan yang jauh lebih penting: jangan sampai perbedaan pilihan mengorbankan persaudaraan.

Pesan itulah yang digaungkan Kantor Advokat & Konsultan Hukum Suranto, S.H. & Partners menjelang pelaksanaan pemungutan suara.

Melalui banner bertema Pilkades damai, Suranto & Partners menyerukan agar seluruh tahapan demokrasi desa dikawal dengan suasana aman, tertib, bermartabat, serta menjunjung tinggi persatuan masyarakat.

“BERSAMA WUJUDKAN PILKADES YANG AMAN DAN BERMARTABAT.”

Seruan tersebut tidak berhenti pada slogan. Pesan yang disampaikan menyasar seluruh elemen yang terlibat dalam Pilkades, mulai dari calon kepala desa, tim pendukung, penyelenggara, aparat keamanan hingga masyarakat sebagai pemilik hak suara.

ENAM PESAN TEGAS: MENANG TAK BOLEH SOMBONG, KALAH HARUS BERJIWA BESAR

Dalam seruan Pilkades damai itu, terdapat enam pesan utama yang menjadi perhatian.

Pertama, siap menang dengan rendah hati.

Kemenangan dalam kontestasi politik desa bukan alasan untuk merendahkan pihak yang berbeda pilihan. Kandidat yang memperoleh suara terbanyak diharapkan tetap menjadi bagian dari seluruh masyarakat, bukan hanya pendukungnya.

Kedua, siap kalah dengan jiwa besar.

Setiap kompetisi memiliki hasil. Karena itu, setiap kandidat diharapkan menghormati proses demokrasi dan menerima hasil sesuai mekanisme serta ketentuan yang berlaku.

Ketiga, menolak politik uang.

Pilkades diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat menentukan pilihan secara bebas, tanpa tekanan maupun transaksi yang dapat mencederai proses demokrasi.

Keempat, menolak berita bohong dan hoaks.

Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial dan berbagai kanal komunikasi, masyarakat diingatkan untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika berpotensi memicu konflik.

Kelima, menolak ujaran kebencian.

Perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak semestinya berubah menjadi serangan terhadap pribadi, kelompok, maupun pendukung calon lainnya.

Keenam, menolak intimidasi dan kekerasan.

Setiap warga memiliki hak untuk menentukan pilihannya tanpa tekanan, ancaman maupun tindakan kekerasan.

BILIK SUARA BUKAN MEDAN PERMUSUHAN

Pilkades pada dasarnya merupakan kontestasi untuk memilih pemimpin desa. Tetapi ketika suara telah dihitung dan hasil ditetapkan, seluruh kandidat akan kembali berhadapan dengan realitas yang sama: mereka hidup di desa yang sama dan bertetangga dengan masyarakat yang sama.

Karena itu, perbedaan pilihan tidak semestinya berubah menjadi permusuhan.

Tetangga tetap tetangga.
Keluarga tetap keluarga.
Masyarakat tetap saudara.

Siapa pun yang memperoleh suara terbanyak nantinya, pembangunan desa tetap membutuhkan seluruh elemen masyarakat.

Inilah yang membuat pesan Pilkades damai menjadi penting menjelang pencoblosan.

Sebab, kemenangan seorang calon hanya berlangsung dalam hitungan hari, sementara kehidupan bermasyarakat berlangsung jauh lebih panjang.

“PILKADES DAMAI, KITA BISA!”

Pesan tersebut menjadi salah satu seruan utama yang ditampilkan Suranto & Partners.

Dengan nuansa merah putih dan simbol surat suara, pesan itu membawa semangat agar Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 tidak berhenti pada persoalan menang atau kalah, tetapi juga menjadi momentum menjaga persatuan warga.

Pesan lain yang turut ditonjolkan adalah:

“BERSAMA JAGA PERSATUAN DEMI DESA YANG LEBIH BAIK.”

Sementara slogan lainnya berbunyi:

“PILKADES DAMAI KITA BISA, DESA MAJU, BEKASI SEJAHTERA.”

Pesan tersebut menempatkan Pilkades bukan semata sebagai perebutan kursi kepala desa, melainkan sebagai ujian kedewasaan demokrasi masyarakat di tingkat paling dekat dengan kehidupan warga.

Calon boleh berbeda.

Tim pendukung boleh berbeda.

Pilihan di bilik suara boleh berbeda.

Tetapi persatuan masyarakat tidak boleh ikut terbelah.

MENANG JANGAN SOMBONG, KALAH JANGAN MARAH

Pesan yang disampaikan Suranto & Partners kemudian mengerucut pada kalimat sederhana, tetapi sarat makna:

MENANG JANGAN SOMBONG.
KALAH JANGAN MARAH.
BEDA PILIHAN JANGAN JADI PERMUSUHAN.

Seruan itu menjadi pengingat bagi seluruh pihak agar mengawal pesta demokrasi desa dengan kepala dingin.

Bagi kandidat, kemenangan bukan akhir dari perjuangan. Sebaliknya, kekalahan juga bukan akhir dari pengabdian kepada masyarakat.

Yang jauh lebih penting adalah memastikan proses demokrasi berjalan tanpa meninggalkan konflik sosial yang berkepanjangan.

Hari ini masyarakat memilih.

Setelah suara dihitung, seluruh warga kembali menjalani kehidupan yang sama: bekerja, bertetangga, membangun lingkungan, mendidik anak, menjaga keamanan dan bergotong royong.

Karena itu, jangan biarkan perbedaan pilihan selama beberapa menit di bilik suara menjadi permusuhan selama bertahun-tahun.

Dari Kabupaten Bekasi, pesan itu kembali digaungkan:

PILKADES DAMAI, KITA BISA!
BERSAMA JAGA PERSATUAN, DEMI DESA YANG LEBIH BAIK.

Reporter:  Heru
LihatTutupKomentar