tribatimes.com - Kabupaten Bekasi - Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) mendorong warga Kertamukti Sakti Residence 2 Blok A, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, mengambil langkah cepat. Tak menunggu kondisi memburuk, warga RT 003/RW 016 menggelar fogging mandiri pada Sabtu (19/9/2026).
Langkah preventif tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus kesadaran warga terhadap pentingnya pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti yang menjadi salah satu vektor penular DBD.
Pelaksanaan fogging dilakukan melalui kolaborasi antara warga, Puskesmas Sukajaya, Karang Taruna Desa Kertamukti, serta jajaran pengurus lingkungan. Dari Puskesmas Sukajaya, kegiatan tersebut turut dihadiri dan diwakili Heri. Ketua RW 016, Nusin, juga hadir langsung memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Pengasapan menyasar sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, mulai dari lingkungan permukiman, saluran air, halaman rumah hingga fasilitas umum.
Bagi warga, fogging bukan sekadar pengasapan, tetapi bagian dari ikhtiar bersama untuk mencegah ancaman DBD sekaligus membangun kesadaran bahwa persoalan kesehatan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Kardi Siboro Ketua RT 003 menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami atas nama warga dan pengurus RT 003 mengucapkan terima kasih banyak kepada Heri beserta tim dari Puskesmas Sukajaya, Karang Taruna Desa Kertamukti, serta Ketua RW 016 Nusin yang telah hadir dan mendukung penuh kegiatan fogging ini. Semoga langkah nyata ini dapat melindungi kesehatan seluruh warga dari ancaman DBD,” ujar Ketua RT 003.
Meski fogging dilakukan sebagai langkah pengendalian nyamuk dewasa, warga juga diingatkan agar tidak berhenti pada kegiatan pengasapan. Pencegahan DBD membutuhkan konsistensi dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Karena itu, gerakan 3M Plus Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat penampungan air— perlu terus dilakukan secara rutin oleh seluruh warga.
Kegiatan di Kertamukti Sakti Residence 2 menunjukkan bahwa kewaspadaan terhadap DBD dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Ketika warga, pengurus lingkungan, unsur kesehatan dan pemuda bergerak bersama, upaya pencegahan tidak hanya menjadi imbauan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.
Di tengah ancaman penyakit berbasis lingkungan, gotong royong warga menjadi benteng pertama untuk menjaga permukiman tetap sehat dan menekan risiko penyebaran DBD.
Reporter Catur Sujatmiko

