Iklan

Bukan Sekadar Setetes Darah, Ada Nyawa dan Harapan yang Dipertaruhkan


tribatimes.com - Kabupaten Bekasi - Ini bukan sekadar peringatan tahunan. Di balik setetes darah yang disumbangkan, ada harapan seseorang untuk tetap hidup, ada keluarga yang menunggu kepulangan, dan ada perjuangan untuk melewati masa paling sulit dalam kehidupan.

Pesan kemanusiaan itu disampaikan Suranto, S.E., S.H., CCD, Advokat dan Konsultan Hukum sekaligus Penasehat Hukum FWJI Korwil Kabupaten Bekasi, dalam momentum Hari Palang Merah Indonesia (PMI).

Suranto mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari PMI bukan hanya seremoni, tetapi momentum untuk kembali menyalakan kepedulian terhadap sesama.

“Setetes darah, sejuta harapan,” menjadi pesan yang ia gaungkan sebagai pengingat bahwa aksi sederhana dari seorang pendonor dapat memiliki arti besar bagi orang lain yang sedang membutuhkan transfusi darah.

Menurut Suranto, kebutuhan darah tidak mengenal waktu. Ketika kecelakaan terjadi, operasi harus dilakukan, atau seorang pasien membutuhkan transfusi, darah bukan lagi sekadar komponen medis, melainkan bagian penting dari perjuangan mempertahankan kehidupan.

Karena itu, kepedulian tidak cukup hanya diucapkan.

Donor darah menjadi salah satu bentuk nyata solidaritas kemanusiaan yang dapat dilakukan masyarakat. Tidak harus menunggu menjadi pejabat, pengusaha, tokoh masyarakat, ataupun memiliki kemampuan materi yang besar. Setiap orang yang memenuhi syarat donor dapat mengambil bagian dalam menyelamatkan sesama.

“Selamat Hari PMI. Semoga semangat kemanusiaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Jangan menunggu orang terdekat membutuhkan darah baru kita sadar betapa berharganya darah bagi kehidupan,” ujar Suranto.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah kebutuhan kemanusiaan yang terus bergerak setiap hari. Sebab, persediaan darah tidak lahir dari angka di atas kertas, tetapi dari kerelaan manusia untuk berbagi.

Satu kantong darah mungkin tidak mengubah dunia. Tetapi bagi seseorang yang sedang berada di ruang perawatan dan membutuhkan transfusi, darah itu bisa mengubah seluruh dunianya.

Itulah mengapa Hari PMI seharusnya tidak berhenti pada ucapan selamat.

Hari PMI adalah pengingat bahwa kemanusiaan membutuhkan tindakan.

Hari ini kita sehat dan tidak membutuhkan darah. Besok, tak seorang pun tahu siapa yang akan berada di posisi sebaliknya.

Maka, ketika ada kesempatan untuk berbagi, mengapa harus menunggu?

Selamat Hari PMI. Setetes darah, sejuta harapan.

Reporter Catur Sujatmiko 
LihatTutupKomentar