tribatimes.com - Kabupaten Bekasi - Delapan insan yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari denyut pelayanan RSUD Kabupaten Bekasi kini memasuki masa purnabakti. Mereka bukan sekadar meninggalkan jabatan, tetapi menutup satu babak panjang pengabdian di institusi pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah.
Penghormatan terhadap delapan pengabdi tersebut disampaikan RSUD Kabupaten Bekasi melalui akun TikTok resminya. Dalam unggahan itu, rumah sakit memberikan apresiasi atas dedikasi, pengabdian, dan ketulusan mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Delapan nama tersebut berasal dari berbagai lini strategis rumah sakit, mulai dari dokter spesialis, tenaga keperawatan dan kebidanan, hingga pejabat yang menangani mutu, penunjang nonmedis, serta hubungan masyarakat dan kerja sama.
Mereka adalah dr. Anna Maria Nurhajati Widjaja, MM, FISQua, Ketua Tim Keperawatan Rawat Inap; Hj. N. Tini A.R., S.Si.T, Bidan Ahli Madya; Naman Sulaeman, S.KM, Ketua Tim Humas, Kerja Sama dan Hukum; Nurul Fazriah, A.Mk, Perawat Mahir; dr. H. Rudi Ruhdiat, MM, M.KKK, Kepala Bidang Penunjang Nonmedis; dr. Arda Yunita Subardi, MARS, Kepala Bidang Penjamin Mutu dan Akreditasi; Ns. Iyus Rosita, S.Kep, Perawat Ahli Madya; serta dr. Sa’adah, Sp.A, Dokter Spesialis Anak.
Masa purnabakti kerap dipandang sebagai garis akhir perjalanan karier. Namun bagi RSUD Kabupaten Bekasi, pensiun justru dipandang sebagai awal dari fase kehidupan yang baru.
Dalam pesannya, RSUD Kabupaten Bekasi menyebut masa purnabakti bukanlah akhir sebuah pengabdian, melainkan kesempatan untuk menikmati waktu bersama keluarga, tetap berkarya, dan berbagi inspirasi.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman para tenaga kesehatan dan aparatur yang telah mengabdi selama bertahun-tahun tidak serta-merta berhenti ketika masa kedinasan berakhir.
Sebab, dunia pelayanan kesehatan tidak hanya dibangun oleh teknologi dan fasilitas. Di baliknya terdapat seorang yang setiap hari berhadapan dengan pasien, keluarga pasien, berbagai persoalan pelayanan, serta tuntutan profesionalisme.
Jejak mereka pun menjadi bagian dari perjalanan institusi. Dari ruang perawatan hingga bidang penjaminan mutu, dari pelayanan medis hingga komunikasi kelembagaan, delapan purnabakti tersebut memiliki latar tugas yang berbeda.
Perbedaan bidang itu justru memperlihatkan bahwa keberlangsungan pelayanan rumah sakit dibangun oleh banyak unsur yang saling menopang.
Ada tenaga yang berada langsung di sisi pasien. Ada yang memastikan pelayanan penunjang berjalan. Ada yang menjaga aspek mutu dan akreditasi. Ada pula yang menangani komunikasi, kerja sama, serta aspek hukum kelembagaan.
Seluruhnya memiliki satu titik temu: pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, purnabakti bukan semata-mata tentang berakhirnya masa kerja. Ada pengalaman, pengetahuan, dan keteladanan yang telah diwariskan kepada mereka yang kini meneruskan tugas.
RSUD Kabupaten Bekasi menyampaikan terima kasih kepada kedelapan purnabakti tersebut atas seluruh pengabdian yang telah diberikan.
Rumah sakit juga mendoakan agar mereka senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan di masa yang baru.
“Terima kasih atas segala pengabdian. Selamat menikmati masa purnabakti. Jasa dan keteladanan Bapak/Ibu akan selalu menjadi bagian dari cerita RSUD Kabupaten Bekasi,” demikian pesan yang disampaikan RSUD Kabupaten Bekasi.
Reporter Catur Sujatmiko

