![]() |
| Caption foto, Istimewa |
tribatimes.com - Kabupaten Bekasi - Kondisi Jembatan dan sejumlah ruas Jalan Cikarang-Bekasi Laut (CBL) kembali menjadi sorotan. Kerusakan di jalur yang menjadi salah satu akses penting mobilitas masyarakat tersebut dinilai telah mengganggu kenyamanan sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi infrastruktur tersebut.
Permohonan maaf itu disampaikan melalui laman Instagram resmi DSDABMBK Pemerintah Kabupaten Bekasi. Pemkab mengakui kondisi Jembatan dan sejumlah titik ruas CBL saat ini berdampak terhadap aktivitas serta mobilitas warga sehari-hari.
“Kami memahami keresahan yang dirasakan warga dan pemerintah tidak tinggal diam serta senantiasa terus bekerja cepat agar perbaikan dapat segera dilakukan,” demikian pernyataan DSDABMBK.
Respons tersebut muncul setelah Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Kepala DSDABMBK Hendri Lincon turun langsung meninjau kondisi Jembatan CBL dan sejumlah titik jalan yang mengalami longsor pada Rabu (8/7).
Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi aktual infrastruktur sekaligus melihat langsung kebutuhan penanganan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan.
Dalam pengecekan tersebut, Pemkab Bekasi turut melibatkan Inspektur IV pada Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Dwi Budi Wahyuningsih, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Hasil pemeriksaan menyatakan Jembatan BSH masih layak digunakan.
Namun, status layak digunakan tersebut tidak serta-merta menghapus persoalan di lapangan. Sebab, masyarakat tetap harus berhadapan dengan kondisi jalan yang rusak dan titik-titik longsor yang berpotensi menghambat kelancaran perjalanan.
Di tengah keluhan warga, Pemkab Bekasi menyebut proses perbaikan kini masih berada pada tahap penyelesaian administrasi.
Pemerintah tengah menuntaskan proses administrasi penyesuaian harga satuan pekerjaan sebelum pekerjaan perbaikan dapat direalisasikan.
Persoalan inilah yang kemudian menjadi perhatian. Ketika masyarakat sudah merasakan dampak kerusakan jalan setiap hari, proses perbaikan justru masih harus menunggu penyelesaian administrasi.
Bukan Sekadar Jalan Rusak, Keselamatan Warga Jadi Taruhan
Jalur CBL bukan sekadar ruas jalan biasa. Akses tersebut menjadi salah satu jalur mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Kabupaten Bekasi.
Karena itu, kerusakan jalan maupun kondisi jembatan tidak semestinya hanya dilihat sebagai persoalan estetika atau kenyamanan berkendara. Ketika kerusakan semakin parah, risiko terhadap keselamatan pengguna jalan ikut meningkat.
Terlebih, pada sejumlah titik yang mengalami longsor, kondisi badan jalan dapat berubah menjadi persoalan serius apabila tidak segera ditangani.
Pemkab Bekasi menyatakan komitmennya untuk mempercepat proses perbaikan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan aman, nyaman, dan lancar.
“Terima kasih atas kesabaran dan kepedulian masyarakat,” tulis DSDABMBK.
Pemerintah juga meminta dukungan masyarakat agar seluruh proses penanganan berjalan lancar.
Reporter Catur Sujatmiko

