Iklan

Indonesia Paskah " Petruk Ratu atawa Bel Geduwel Beh " dan saatnya mempersiapkan 'Satrio piningit', Untuk MENJADI Presiden Indonesia ke IX.



tribatimes.com - “Sudahkah kita merdeka” - Dikutip dari buku Paradoks Indonesia karangan Prabowo Subianto yang kini menjabat sebagai Presiden RI ke 8 menyebutkan bahwa sejarah peradaban manusia mengajarkan, setiap negara yang tidak mampu mengatasi korupsi di pemerintahannya, negara itu akan bubar.

Adalah Prabowo Subianto, Jenderal Purnawirawan TNI AD, mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad yang lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951. Ia adalah seorang pejuang politik, pengusaha, dan purnawirawan prajurit TNI. Dalam 28 tahun pengabdiannya di TNI, putera dari prof. Sumitro Djojohadikusumo ini telah berhasil menorehkan banyak prestasi yang dilanjutkan berjuang selama 20 tahun agar bisa menjadi Presiden untuk menyelesaikan Paradoks Indonesia seperti yang ia tulis.

Buku ini dipersiapkan searah dengan ia ( Prabowo Subianto ) mempersiapkan diri maju pada pemilihan presiden yang ia jalani beberapa kali. Kemudian kembali dalam Pilpres tahun 2024, yang akhirnya, setelah ketiga kalinya maju pertempuran Pilpres, ia memenangkannya.

Perjalanan sang Jenderal Kopassus

Selepas sekolah lanjutan atas, Prabowo Subianto masuk Akademi Militer. Tentu saja menjalani pendidikan  secara spartan dan Prabowo berhasil, lulus dan menjadi seorang perwira muda militer.

Menelaah pengabdian karir militernya hingga menyandang Danjen Kopasus, selanjutnya mengemban amanah sebagai Panglima Kostrad, dapat dipastikan Prabowo Subianto punya cita-cita lebih dari sekedar karir militer. Tanpa punya cita-cita yang tinggi untuk negerinya mustahil ia mendirikan partai lalu mencalonkan diri untuk memimpin negeri in. Bahkan ketika ia harus mengalami kekalahan demi kekalahan tidak menyurutkan langkahnya untuk menjadi Presiden RI setelah tiga kali kalah berturut-turut.

Tak ada putus asa apa lagi patah semangat, demikian putra Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo itu pantang menyerah  memperjuangkan cita cita yang diyakini nya. Bahwa hanya dengan kekuasaan sebagai pemimpin (Presiden) dapat memperbaiki bangsa dan negara, seperti yang ia tuangkan dalam bukunya Paradoks Indonesia.

Lewat bukunya yang terbit sejak tahun 2019 itu, ia menggambarkan dengan lugas kondisi negara Indonesia yang belum merasakan arti makna kemerdekaan. Negara yang mengaku sebagai negara hukum tetapi dikuasai oleh para maling.

Prabowo menulis  ada dua hal yang kontradiktif, mestinya kita punya sistem ekonomi dan politik berdasar Pancasila dan UUD 1945, namun faktanya ekonomi kita dikuasai oleh segelintir orang yg superkaya sedang politik kita dikuasai politik uang, politik transaksional yang fragmatis.

Itulah alasan mengapa Prabowo terjun ke politik dan membentuk partai politik. Ini lah jalan upaya memperbaiki kondisi bangsa ini. dan nampaknya itu sudah dimulai.

Ia telah melihat dan menganalisa fungsi-fungsi kontrol kekuasaan menjadi tumpul oleh karena pembagian kue kekuasaan hampir dikatakan merata, baik pada Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif. Walhasil kecendrungan untuk mempertahankan status quo,  melebar di semua elemen penyelenggara pemerintahan.

Kemudian ditambah lagi dengan munculnya persepsi yang keliru di mana jika tidak dilarang oleh undang-undang maka itu dibolehkan. Padahal undang-undang tidak bisa mengatur semuanya. Pada titik itu etika bernegara dilanggar, kebijakan yang tidak etis mulai dipaksakan untuk diberlakukan. Lebih dari  semua itu,
Hukum tidak  lagi di jadikan panglima, celakanya  etika politik juga  diabaikan.

Prabowo Subianto menyaksikan, bagaimana sebuah kekuasaan dibiarkan berjalan tanpa adanya pengawalan dari sistim kontrol dan pengawasan. Lembaga kontrol dan pengawasan telah dibuat mandul oleh pembagian kue kekuasaan tadi. Praktis suara-suara kritis termarjinalkan di sudut-sudut dan lorong sempit dalam tekanan dari kekuatan yang sudah terlanjur selalu dianggap benar dan harus dipatuhi kebenarannya.

Hari-hari berikut ini adalah proses transisi sepuluh tahun pemerintahan  *BEL GEDUWEL BEH* kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Salah satu ‘catatan penting’ nya adalah betapa sendi-sendi demokrasi dan bernegara telah terdistorsi oleh upaya yang sempat dilancarkan oleh Jokowi untuk memperpanjang kekuasaan nya.

Besar harapan  pada Prabowo Subianto
Selain sebagai seorang yang telah matang di pemerintahan, Prabowo juga dikenal seorang prajurit yang bersinar pada masanya dengan torehan keberhasilan memimpin beberapa operasi militer yang tercatat dalam sejarah negeri ini.
untuk dapat memperbaiki kerusakan yang menerpa di hampir semua aspek kehidupan bernegara.

Lebih dari semua itu, Presiden Prabowo yang kelak InsyaAllah  *Bakal Menjelma Sebagai Negarawan Indonesia* 

Selanjutnya mari bersama Kita Doa kan. Presiden Prabowo  dapat mempersiapkan _Satrio Piningit_  yang memiliki Skill Leadership serta Study  BerNegara yang baik dan benar.
Bakal Presiden  Indonesia ke IX. Menuju INDONESIA EMAS.



Bersumber dari Ki Ronggosutrisno Tahir, Mantan Pimpinan Redaksi Majalah Bulanan Presisi Hukum POLRI.
LihatTutupKomentar