tribatimes.com - Kabupaten Bekasi - Aksi begal kembali beraksi, pengguna jalan menjadi korban di Jl CBL di wilayah Cibitung Kabupaten Bekasi. Korban bernama Sandi Tata Pradita menjadi korban perampasan sepeda motor oleh pelaku yang diduga membawa senjata tajam di Jalan CBL, tepatnya sebelum Perumahan Golden Residence atau sekitar gudang ikan cuek, di samping pintu air Pulo Gebang, Desa Sarimukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Sabtu 15 Agustus 2026.
Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 23:50 wib saat Sandi melintas menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi B 5289 KLD. Korban yang diketahui ber-KTP Kota Bekasi itu disebut baru sekitar satu pekan menempati rumahnya di Perumahan Kertamukti Sakti Residence 2 yang kesehariannya berkerja di Jakarta sebagai security.
Kepada awak media, Sandi menceritakan detik-detik dirinya disergap pelaku. Ia mengaku awalnya melihat sebuah sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi sebelum tiba-tiba mendekat ke arahnya.
“Awalnya ada kendaraan bermotor ngebut. Tahu-tahu sudah ada di samping saya. Kemudian langsung menyerang, kena helm, lalu langsung menyergap saya,” ujar Sandi.
Menurut keterangannya, pelaku berjumlah lebih dari satu orang dan menggunakan sepeda motor matik Honda Vario. Setelah melakukan penyerangan, pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor milik korban.
“Pelaku menggunakan sepeda motor matik merek Honda Vario berboncengan. Motor saya Honda Beat warna hitam dengan plat nomor B 5289 KLD langsung dibawa kabur oleh begal dan helm saya jatuh ke sawah,” ungkapnya.
Beruntung, Sandi tidak mengalami luka serius dalam kejadian tersebut. Namun, ia mengaku merasakan keram pada bagian perut dan pusing setelah mendapat serangan.
“Alhamdulillah saya tidak ada luka. Namun perut saya keram dan kepala terasa pusing,” katanya.
Dalam kondisi panik, korban kemudian menghubungi orang tuanya untuk meminta bantuan. Setelah dijemput, Sandi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cikarang Barat untuk ditindaklanjuti.
Kasus ini kembali menyoroti kondisi penerangan di sepanjang Jalan CBL. Di lokasi kejadian, korban menyebut kondisi jalan cukup gelap karena tidak adanya penerangan jalan umum (PJU).
Minimnya penerangan menjadi persoalan serius, terlebih ruas Jalan CBL masih menjadi jalur yang dilalui masyarakat pada malam hari. Kondisi gelap dinilai dapat meningkatkan kerawanan sekaligus menyulitkan pengguna jalan mengenali situasi di sekitar mereka.
Peristiwa yang dialami Sandi pun menjadi peringatan bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan agar tidak hanya mengejar pelaku setelah kejadian, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan di titik-titik yang dianggap rawan.
Penerangan jalan, patroli kepolisian, serta pemetaan kawasan rawan kejahatan menjadi kebutuhan mendesak apabila keselamatan pengguna Jalan CBL ingin benar-benar dijamin.
Disisi lain, Forum Wartawan Jaya Indonesia ( FWJI) Korwil Kabupaten Bekasi Mariam mendesak Pemkab Bekasi melalui Dinas Perhubungan atau instansi terkait untuk segera memasang PJU di titik-titik rawan dan Polres Metro Bekasi meningkatkan patroli.
“Tunggu ada korban jiwa dulu baru PJU dipasang? Ini pembiaran namanya. Keselamatan warga adalah prioritas,” tegas Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bekasi, Siti Mariam.
FWJI berharap laporan korban segera ditindaklanjuti dan pelaku dapat segera dibekuk. Selain pengungkapan kasus, juga mendesak adanya perhatian terhadap kondisi infrastruktur penerangan di Jalan CBL agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Reporter Catur Sujatmiko

