tribatimes.com - Kabupaten Bekasi - Pemerintah pusat melalui Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perindustrian memperkuat komitmen kolaborasi untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Lintas Kementerian bertajuk "Kolaborasi Strategis Sensus Ekonomi 2026, Fondasi Daya Saing Industri Masa Depan" yang digelar ball room lantai 5 di Nuanza Hotel Jalan Raya Cikarang-Cibarusah KM 40, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Prof. Dr. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., perwakilan Kementerian Perindustrian Tri Supondi, S.IP., M.M., Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, serta Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Asosiasi industri, dan pelaku usaha.
Penyelenggaraan HLM tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkualitas. Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi besar dalam menopang daya saing ekonomi nasional di masa depan.
Dalam sesi wawancara dengan awak media, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, khususnya dunia usaha dan industri.
"Hari ini kami berada di kawasan industri Jababeka bersama Bapak Menteri Ketenagakerjaan dan perwakilan Kementerian Perindustrian untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026," ujar Amalia.
Menurutnya, BPS turut mengundang berbagai asosiasi industri, pelaku usaha, serta pengelola kawasan industri dari wilayah Bekasi, Bogor, hingga Tangerang guna membangun kesadaran bersama akan pentingnya data ekonomi yang akurat.
"Kami menyampaikan bahwa sensus ekonomi adalah upaya bersama. Manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, termasuk para pelaku usaha dan industri. Karena itu kami mengimbau seluruh pelaku industri untuk berpartisipasi aktif mengisi kuesioner yang telah disiapkan BPS," katanya.
Amalia menjelaskan, BPS menyediakan tiga metode pengisian data untuk memudahkan responden, yakni melalui kuesioner online, kuesioner digital, dan kuesioner pencatatan manual apabila diperlukan.
Ia menegaskan bahwa data yang dihimpun melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang lebih tepat sasaran, termasuk dalam memetakan kekuatan sektor industri dan ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Dr. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D. menilai Sensus Ekonomi 2026 memiliki nilai strategis bagi pemerintah dalam menyusun arah kebijakan ketenagakerjaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
"Alhamdulillah pagi hari ini kami hadir memenuhi undangan Kepala BPS dalam rangka komitmen bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di hadapan para pelaku dunia industri dan dunia usaha," ujarnya.
Menurut Yassierli, sensus ekonomi akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan industri Indonesia selama satu dekade terakhir, termasuk sebaran wilayah industri, sektor-sektor yang tumbuh pesat, serta potensi ekonomi yang perlu didorong lebih lanjut.
"Bagi pemerintah, sensus ekonomi merupakan sesuatu yang sangat strategis. Melalui data ini kita bisa melihat peta pertumbuhan industri selama sepuluh tahun terakhir, mengetahui sektor mana yang berkembang cepat, di mana lokasinya, dan bagaimana kekuatannya," jelasnya.
Data tersebut, lanjut Yassierli, akan menjadi landasan bagi pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang lebih efektif dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
"Melalui data yang akurat, negara dapat hadir dengan kebijakan yang tepat. Bagi Kementerian Ketenagakerjaan, hasil sensus ini sangat penting untuk menyiapkan SDM, memperkuat program pelatihan dan vokasi, serta mendukung agenda pembangunan nasional yang selaras dengan kebutuhan dunia industri," tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen dunia usaha untuk turut berpartisipasi dalam memberikan data yang valid demi keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
"Kita harus sama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 karena hasilnya akan menjadi pijakan penting dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing," tegasnya.
Melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, asosiasi industri, dan pelaku usaha, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan basis data yang komprehensif untuk memperkuat perencanaan pembangunan, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Reporter Catur Sujatmiko

