Iklan

Dari Kampus ke Dunia Kerja: FFUP Perkuat Soft Skill Calon Apoteker Lewat Workshop 2026


tribatimes.com - Jakarta - Perkembangan dunia pelayanan kesehatan yang semakin dinamis menuntut peran apoteker untuk tidak hanya unggul dalam aspek akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi dan karakter profesional yang kuat. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Farmasi Universitas Pancasila menggelar Workshop 2026: Profesional Selling Skill sebagai Bagian dari Pengembangan Soft Skill dan Kesiapan Profesional Mahasiswa.

Kegiatan yang berlangsung di Aula FFUP pada Kamis (30/4/2026) ini menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, mulai dari trainer public speaking profesional, praktisi apoteker, hingga motivator pengembangan soft skill. Workshop ini ditujukan bagi calon apoteker dan praktisi yang ingin meningkatkan kualitas diri, terutama dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Ketua pelaksana kegiatan, apt. Errol Rakhmad Noordam, S.Farm., M.Farm, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan non-teknis yang krusial namun kerap terabaikan.

“Banyak apoteker memiliki kompetensi akademik yang baik, namun belum mampu mengomunikasikan pengetahuannya secara optimal. Di sinilah pentingnya public speaking, kepercayaan diri, serta mental yang tangguh dalam menunjang pelayanan yang maksimal,” ujarnya.

Dalam praktik sehari-hari, apoteker berperan penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan yang berinteraksi langsung dengan pasien maupun tenaga medis lainnya. Kemampuan menyampaikan informasi obat secara jelas, memberikan edukasi yang tepat, serta menjalin kolaborasi lintas profesi menjadi faktor penentu keberhasilan pelayanan.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA), Dr. apt. Novi Yantih, S.Si., M.Si, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan, alumni, dan ekosistem kewirausahaan.

“Kolaborasi antara FFUP, Keluarga Alumni Universitas Pancasila, komisariat fakultas farmasi, dan koperasi alumni menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan praktik di lapangan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya professional selling skill sebagai bagian dari praktik kefarmasian modern.

“Kemampuan ini tidak hanya terkait pemasaran produk kesehatan, tetapi juga bagaimana apoteker mengkomunikasikan nilai terapi, membangun kepercayaan pasien, serta memahami kebutuhan mereka secara komprehensif. Ini merupakan bagian dari praktik pharmaceutical care yang berkelanjutan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Novi menegaskan bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mencetak lulusan apoteker yang unggul dan siap menghadapi tantangan global.

Dukungan juga datang dari Ketua Harian Alumni Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Judi Panca Nugroho, S.Si, yang juga menjabat sebagai penasihat koperasi alumni FFUP. Ia menyambut positif kegiatan ini dan berharap dapat mencetak apoteker yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga adaptif dan komunikatif.

“Calon apoteker harus memiliki daya saing global. Tidak cukup hanya menguasai ilmu, tetapi juga harus mampu beradaptasi, berkomunikasi, dan membangun relasi profesional,” ungkapnya.

Melalui workshop ini, FFUP menegaskan komitmennya dalam mencetak apoteker profesional yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan siap terjun ke dunia kerja dengan percaya diri.( Redaksi)
LihatTutupKomentar