Iklan

Miris! Proyek Toilet Diduga Mangkrak Dikantor Arsip dan perpustakaan, Hayo Punya Siapa



tribatimes.com - Kabupaten Bekasi -  Kondisi bangunan bersejarah eks Kewedanaan Cikarang Utara di Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, yang kini difungsikan sebagai kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, memprihatinkan. Di balik nilai sejarah dan arsitektur klasik peninggalan era kolonial, sejumlah kerusakan fisik terlihat nyata dan fasilitas publik dinilai jauh dari layak.

Saat awak media melakukan peninjauan ke lokasi di Jalan Gatot Subroto No. 5, tampak beberapa bagian dinding bangunan mulai jebol, kayu penyangga mengalami keropos, serta area mushola mengalami kerusakan pada plester dinding yang mulai terkelupas. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran soal keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

Meski area dalam perpustakaan terlihat rapi dan bersih, persoalan justru mencolok pada fasilitas toilet. Toilet tambahan yang berada di lokasi diduga belum selesai dikerjakan. Belum terdapat aliran air, lantai belum dipasang keramik, dan toren air atau tandon dibiarkan tergeletak di lantai. Dari kondisi bangunan, proyek tersebut diperkirakan baru dikerjakan beberapa bulan lalu namun kini terbengkalai.

Saat awak media mencoba menelusuri asal usul proyek toilet tersebut, pihak staf perpustakaan mengaku tidak mengetahui dari dinas mana sumber anggarannya.

“Tiba-tiba ada orang datang ngerjain, bikin toilet, tapi sampai sekarang tidak dilanjutkan pekerjaannya,” ungkap salah satu staf.

Ia juga menjelaskan bahwa kebutuhan toilet di perpustakaan sangat mendesak, mengingat perpustakaan kerap menerima kunjungan pelajar dari berbagai sekolah.

“Perpustakaan cuma punya satu toilet. Kalau ada kunjungan sekolah bawa murid ke sini, antre kalau mau ke toilet. Ini ada penambahan toilet, tapi belum jadi. Dari 2025 sampai sekarang belum kelar dikerjakan. Atap bangunan juga banyak yang bocor,” ujarnya.

Sorotan keras datang dari Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI), Mariam, yang meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi segera turun tangan.

Menurutnya, bangunan perpustakaan umum milik pemerintah daerah itu tidak boleh dibiarkan rusak, apalagi statusnya merupakan bangunan bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi.

“Saya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi agar segera melihat bangunan perpustakaan yang kondisinya sudah mulai rapuh. Ditambah proyek WC itu dari dinas mana? Kenapa ditinggal begitu saja sebelum selesai pekerjaannya?” tegas Mariam.

Ia juga menyoroti kenyamanan pengunjung, terutama anak-anak sekolah yang datang untuk belajar dan membaca.

“Perpustakaan ini sering dikunjungi siswa. Kalau fasilitas minim, toilet kurang, mushola bocor, bagaimana masyarakat bisa nyaman? tolong segera diperbaiki,” tambahnya.(Catur Sujatmiko)
LihatTutupKomentar