Iklan

FWJI Desak Pemkab Bekasi Bangun RS Jiwa dan Panti Jompo: “Jangan Tutup Mata dengan Realita Sosial”



tribatimes.com - Kabupaten Bekasi – Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Bekasi, Mariam, mendesak pemerintah daerah untuk segera menghadirkan fasilitas Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dan panti jompo milik pemerintah. Desakan ini muncul seiring tingginya jumlah penduduk serta meningkatnya persoalan sosial, termasuk penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan lansia terlantar.

Berdasarkan data Sistem Informasi Data Kependudukan Terpadu (SIDANTA), jumlah penduduk di Kabupaten Bekasi pada semester II tahun 2025 mencapai sekitar 3,47 juta jiwa yang tersebar di 23 kecamatan. Dengan angka sebesar itu, Mariam menilai kompleksitas persoalan kesehatan baik fisik maupun mental tak bisa lagi diabaikan.

“Dengan jumlah penduduk yang sangat padat, tentu ada banyak persoalan, mulai dari masyarakat sehat, sakit, hingga yang mengalami stres akibat tekanan hidup. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah,” ujar Mariam.

Ia mengaku prihatin setelah mendengar langsung aspirasi dari relawan kesehatan dalam kegiatan reses anggota dewan, Marico. Dalam forum tersebut, para relawan menyampaikan kesulitan di lapangan, terutama saat harus menangani ODGJ yang membutuhkan perawatan intensif.

Menurut Mariam, selama ini fasilitas yang tersedia belum mampu menjawab kebutuhan tersebut. Bahkan, di tingkat desa, Forum Sehat Masyarakat (FSM) kerap kebingungan mencari tempat penanganan bagi ODGJ, terutama bagi warga tidak mampu.

“Sering kali keluarga atau relawan kesulitan. Keterbatasan anggaran dan ekonomi membuat mereka tidak punya pilihan. Padahal ODGJ ini butuh penanganan medis, bukan stigma,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan RSUD saat ini dinilai belum memadai untuk menangani pasien gangguan jiwa secara intensif, terutama untuk rawat inap jangka panjang. Karena itu, diperlukan fasilitas khusus yang memang dirancang untuk pelayanan kesehatan mental.

Tak hanya soal RSJ, Mariam juga menyoroti minimnya perhatian terhadap lansia. Ia menilai sudah saatnya pemerintah memiliki panti jompo sendiri sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap warga lanjut usia yang terlantar atau tidak memiliki keluarga.

“Dengan jumlah penduduk sebesar ini, sudah sewajarnya Kabupaten Bekasi punya RS Jiwa dan panti jompo milik pemerintah. Mereka juga manusia yang harus diperhatikan dan diperlakukan dengan layak,” katanya.

FWJI berharap pemerintah daerah tidak lagi menunda pembangunan fasilitas tersebut dan mulai memasukkannya dalam prioritas program kesehatan dan sosial ke depan.

“Jangan sampai persoalan ini terus berulang setiap tahun tanpa solusi nyata. Ini soal kemanusiaan,” pungkas Mariam.(Catur Sujatmiko)
LihatTutupKomentar