Iklan

Tak Main-Main, Plt UPTD Wilayah I Tegaskan Proyek Taman 2026 Harus Sesuai Spesifikasi

Caption foto: Plt UPTD PJU dan pertamanan Usep sedang monitoring 


tribatimes.com - Kabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperketat pengawasan terhadap pembangunan fasilitas publik agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui monitoring langsung ke sejumlah proyek pembangunan taman yang saat ini tengah berjalan.

Pelaksana Tugas (Plt) UPTD PJU dan Pertamanan Wilayah I Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Usep, didampingi staf lapangan dan para pengawas, meninjau sejumlah lokasi pembangunan taman Tahun Anggaran 2026, yakni di kawasan Puri Cendana Indah, Perum Pondok Timur, Taman Underpass Tambun Selatan, serta Perum Darmawangsa.

Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, volume yang telah ditetapkan, serta memenuhi standar mutu sebagaimana arahan Kepala Dinas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Menurut Usep, pengawasan di lapangan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas.

"Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan menghasilkan kualitas terbaik. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat sekaligus menjalankan arahan Kepala Dinas dan PPK," ujarnya.

Ia menegaskan, pengawasan tidak hanya berfokus pada progres pekerjaan, tetapi juga sebagai upaya mencegah potensi penyimpangan yang dapat merugikan negara maupun masyarakat.

Usep menekankan bahwa apabila ditemukan penyedia jasa yang mengurangi volume pekerjaan atau tidak melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak, maka akan diberikan teguran dan diminta segera melakukan perbaikan sesuai ketentuan.

"Kami tidak akan mentoleransi pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Apabila ditemukan adanya pengurangan volume ataupun kualitas yang tidak memenuhi standar, penyedia akan langsung ditegur sesuai arahan pimpinan agar segera melakukan perbaikan," tegasnya.

Menurutnya, pengawasan yang konsisten menjadi kunci agar setiap rupiah anggaran pembangunan benar-benar menghasilkan fasilitas yang aman, nyaman, dan memiliki umur layanan yang optimal.

Lebih lanjut, Usep mengatakan keberadaan taman bermain memiliki fungsi strategis sebagai ruang terbuka publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas, bersosialisasi, hingga menjadi sarana bermain bagi anak-anak.

Ia menilai Kabupaten Bekasi masih membutuhkan lebih banyak ruang publik yang ramah keluarga, sehingga pembangunan taman di berbagai wilayah diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut.

"Taman bermain bukan hanya sekadar fasilitas, tetapi menjadi ruang interaksi masyarakat. Saat ini sarana bermain bagi anak-anak di Kabupaten Bekasi masih sangat terbatas. Karena itu, kami berharap pembangunan taman ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi warga," katanya.

Di akhir keterangannya, Usep juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga taman bermain yang telah dibangun di lingkungannya masing-masing. Dengan dipelihara bersama, kualitas, keindahan, dan fungsi taman akan tetap terjaga sehingga dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun yang akan datang," pungkasnya.

Reporter Catur Sujatmiko 
LihatTutupKomentar