Iklan

Jumat Berkah Jadi Rutinitas, Politisi PDIP Putri Ramadhanty Santuni Anak Yatim di Ciantra



tribatimes.com - Kabupaten Bekasi - Kepedulian sosial tak harus menunggu momentum besar. Bagi politisi PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Putri Ramadhanty, berbagi dengan anak yatim justru dijadikan rutinitas setiap pekan.

Hal itu kembali dilakukan Putri dengan memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim di kediamannya, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam agenda Jumat Berkah tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Putri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Alhamdulillah kegiatan rutin ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya membangun kepedulian terhadap anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak,” kata Putri di sela-sela kegiatan.



Anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2024-2029 itu tampak menyerahkan santunan secara langsung kepada para anak yatim. Suasana berlangsung sederhana dan penuh keakraban.

Bagi Putri, kegiatan tersebut bukan semata soal nilai materi yang diberikan. Lebih dari itu, santunan menjadi bentuk kehadiran dan perhatian kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya.

Menurut dia, berbagi tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan. Kepedulian dapat tumbuh dari keikhlasan dan kemauan untuk membantu sesama.

“Ini bukan sekadar memberikan santunan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita terus menumbuhkan kepedulian dan memastikan anak-anak yatim mendapatkan perhatian dari lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Putri menilai perhatian terhadap anak yatim tidak seharusnya muncul hanya ketika Ramadan, peringatan hari besar keagamaan, atau momentum tertentu.

Kepedulian sosial, kata dia, perlu dibangun secara konsisten agar anak-anak yatim tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi kehidupan.

Karena itu, rutinitas Jumat Berkah yang dilakukannya diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pribadi, tetapi dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk melakukan hal serupa.

“Perhatian kepada anak yatim jangan hanya dilakukan pada momentum tertentu. Kepedulian sosial harus menjadi gerakan bersama dan dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Putri juga berharap masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial hingga pemerintah dapat mengambil peran lebih besar dalam memperkuat kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, persoalan sosial tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar bantuan yang diberikan tidak sekadar bersifat sesaat, tetapi mampu memberikan dampak yang lebih panjang.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Putri menilai tanggung jawab wakil rakyat tidak berhenti pada ruang sidang, pembahasan anggaran, penyusunan regulasi maupun dinamika politik.

Menurutnya, wakil rakyat juga harus mampu melihat secara langsung persoalan sosial yang dihadapi masyarakat dan hadir ketika masyarakat membutuhkan perhatian.

“Keberadaan wakil rakyat bukan hanya berkutat pada pembahasan anggaran, regulasi maupun kepentingan politik. Kita juga harus hadir dan menyentuh persoalan sosial yang dirasakan langsung masyarakat,” tuturnya.

Di tengah berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat Kabupaten Bekasi, kegiatan sederhana seperti santunan anak yatim dinilai memiliki makna tersendiri.

Pembangunan daerah, kata Putri, tidak semata-mata dapat diukur dari banyaknya pembangunan fisik maupun besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah. Ukuran lainnya adalah seberapa jauh masyarakat yang membutuhkan mampu mendapatkan perhatian, perlindungan dan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, Jumat Berkah baginya bukan sekadar seremoni berbagi.

Di balik santunan yang diberikan, terselip pesan bahwa kepedulian sosial harus tetap hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.

Redaksi 
LihatTutupKomentar