tribatimes.com - Arab Saudi - Menjelang fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M, jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia bersiap memasuki rangkaian sakral Armuzna — Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Di balik kekhusyukan ibadah para tamu Allah, terdapat perjuangan besar para petugas haji Indonesia atau PPIH yang menjadi garda terdepan pelayanan selama operasional puncak haji berlangsung.
Hal tersebut disampaikan oleh Rio Chandra Kesuma, Petugas Haji/PPIH Daerah Kerja Bandara, dalam refleksi dan pandangannya mengenai makna Armuzna dari perspektif seorang petugas pelayanan haji.
Menurut Rio, Armuzna bukan hanya menjadi puncak ritual spiritual bagi para jemaah, namun juga menjadi puncak pengabdian, perjuangan, dan pembuktian ketulusan para petugas haji Indonesia dalam melayani para tamu Allah di Tanah Suci.
“Dalam benak seorang petugas haji, Armuzna bukan sekadar puncak ibadah bagi jemaah, tetapi juga puncak pelayanan dan pengabdian petugas kepada jemaah haji Indonesia,” ungkapnya.
Diperkirakan lebih dari 1,6 juta jemaah muslim dunia dari sekitar 180 negara akan mengikuti fase Armuzna tahun ini, termasuk sekitar 221 ribu jemaah asal Indonesia yang telah berada di Arab Saudi. Konsentrasi massa dalam jumlah besar itu menjadikan Armuzna sebagai salah satu pergerakan manusia paling masif dan terstruktur di dunia.
Fase Armuzna dimulai dengan wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah, yang merupakan rukun utama dalam ibadah haji. Setelah itu, jemaah bergerak menuju Muzdalifah dan Mina untuk melaksanakan mabit serta lempar jumrah.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Indonesia menerapkan dua skema khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan risiko tinggi, yakni murur dan tanazul. Skema murur memungkinkan jemaah melintasi Muzdalifah tanpa turun dari bus, sementara tanazul memberi kesempatan jemaah kembali ke hotel di Mekkah tanpa bermalam di Mina.
Diproyeksikan sekitar 80 ribu jemaah mengikuti skema murur dan 20 ribu lainnya mengikuti tanazul guna meminimalisasi kelelahan dan risiko kesehatan saat puncak haji.
Namun di balik seluruh skema pelayanan itu, Rio menegaskan bahwa tantangan terbesar justru berada di pundak para petugas haji yang harus tetap optimal melayani di tengah kondisi fisik dan mental yang mulai terkuras.
“Petugas haji saat ini berada pada fase antiklimaks. Tenaga sudah terkuras sejak operasional kedatangan jemaah, ditambah cuaca panas ekstrem dan dinamika pekerjaan di lapangan. Tetapi amanah ini harus tetap ditunaikan,” ujarnya.
Ia juga mengutip pesan Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, yang menyebut fase Armuzna sebagai “pertempuran sesungguhnya” bagi para petugas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
Dalam tulisannya, Rio mengingatkan pentingnya menjaga stamina, kesehatan fisik dan spiritual menjelang fase Armuzna. Menurutnya, selain ikhtiar lahiriah seperti istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, hingga vitamin, kekuatan terbesar seorang petugas berasal dari ketulusan hati dan niat melayani.
“Yakinlah, petugas yang benar-benar tulus melayani tamu Allah akan diberikan pertolongan dan kekuatan yang tidak bisa diukur logika manusia,” katanya.
Ia menilai, seluruh pengorbanan dan kerja keras petugas haji selama Armuzna akan menjadi ladang pahala yang sangat besar. Bahkan, menurutnya, pengabdian itu dapat mengantarkan seorang petugas menjadi “petugas haji yang mabrur”.
Di akhir refleksinya, Rio mengajak seluruh petugas haji Indonesia/PPIH untuk tetap solid, saling membantu, dan menjaga semangat pelayanan selama fase puncak haji berlangsung.
“Biarkan keringat bercucuran, rasa lelah memuncak, karena semua itu akan menjadi amal yang tak ternilai di hadapan Allah SWT,” tuturnya.
Tulisan tersebut ditutup dengan penggalan lirik lagu “Melayani” karya Ian Heriyawan yang menurut Rio menjadi penyemangat spiritual para petugas haji dalam menjalankan tugas sucinya di Tanah Suci.
Penulis: Rio Chandra Kesuma — Petugas Haji/PPIH Daker Bandara, Legal Consultant Multinasional Corporation di Jakarta, Peneliti CDCS/LIPI, Off Council British Corporate Consultant UK & Singapore, serta Kandidat Doktoral dan Ketua IMMH Universitas Indonesia.

