Iklan

FK-LPM Kota Bekasi Bangkit dari “Mati Suri”, Gaspol Konsolidasi Program hingga RUTILAHU


tribatimes.com - Kota Bekasi - Setelah sempat vakum selama kurang lebih dua belas tahun, Forum Komunikasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (FK-LPM) Kota Bekasi mulai menunjukkan geliat baru. Momentum kebangkitan itu terlihat dalam kegiatan sosialisasi program kerja FK-LPM Kota Bekasi bersama LPM Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, yang digelar di Sekretariat RW 10, Kaliabang Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan LPM dari enam kelurahan se-Kecamatan Bekasi Utara dan menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

Hadir langsung Ketua FK-LPM Kota Bekasi Wahyu, BK, SE, Ketua FK-LPM Bekasi Utara Juhandi, serta Sekretaris Dodi Sudharma. Dalam forum itu, FK-LPM tidak hanya berbicara soal program seremonial, tetapi mulai memetakan arah gerak organisasi untuk kembali mengambil peran dalam pembangunan di tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan bahwa FK-LPM Kota Bekasi kini resmi kembali aktif setelah dilantik langsung oleh Wali Kota Bekasi. Ia menyebut, kebangkitan FK-LPM harus menjadi momentum memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan daerah.

“FK-LPM Kota Bekasi yang selama ini vakum kurang lebih dari dua belas tahun, kini sudah resmi dilantik oleh Wali Kota Bekasi. Ini menjadi awal untuk membangun kembali kekuatan partisipasi masyarakat,” ujar Wahyu.

Ia menekankan bahwa semangat gotong royong dan swadaya masyarakat harus menjadi pondasi utama dalam menjalankan program-program LPM di seluruh wilayah Kota Bekasi.

Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar program pembangunan berjalan tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

Dalam waktu dekat, FK-LPM Kota Bekasi juga akan menggelar Rapat Kerja (Raker) sebagai langkah konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah program dan visi misi ke depan. Menariknya, agenda tersebut direncanakan turut melibatkan FK-LPM tingkat Provinsi Jawa Barat hingga pusat.

“Raker ini penting agar program dan visi misi FK-LPM Kota Bekasi berjalan lebih baik, terarah, dan memiliki sinkronisasi dengan tingkat provinsi maupun pusat,” katanya.

Tak hanya itu, Wahyu juga menyinggung program pemerintah terkait Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU). Ia meminta seluruh pengurus LPM mampu menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan program pemerintah yang ada di wilayah masing-masing.

Ia juga mengajak seluruh pengurus LPM yang telah terbentuk untuk menyelaraskan program kerja dengan visi dan misi pemerintah, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga Pemerintah Kota Bekasi.

“LPM harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Program bidang pembangunan, ekonomi, lingkungan, sosial dan budaya harus menjadi fokus utama,” tegas Wahyu.

Sementara itu, Ketua FK-LPM Kecamatan Bekasi Utara, Juhandi, memaparkan sejumlah program pembangunan yang tengah berjalan di wilayah Bekasi Utara. Ia menjelaskan bahwa pembangunan tersebut berasal dari hasil Musrenbang maupun Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Bekasi Daerah Pemilihan Bekasi Utara.

Di hadapan perwakilan enam kelurahan, Juhandi membeberkan data pembangunan yang telah terealisasi secara rinci dan memastikan seluruh data tersebut nantinya akan dibagikan kepada masing-masing LPM sebagai bentuk transparansi program pembangunan.

Langkah tersebut mendapat respons positif dari peserta yang hadir karena dinilai mampu membuka ruang kontrol dan partisipasi masyarakat terhadap pembangunan di wilayahnya.

Melalui sosialisasi ini, FK-LPM Kota Bekasi tampaknya ingin mengirim pesan bahwa organisasi pemberdayaan masyarakat tidak boleh hanya menjadi pelengkap administratif. Di tengah berbagai persoalan perkotaan, LPM dituntut kembali menjadi motor penggerak partisipasi warga sekaligus pengawas sosial pembangunan di lingkungan masing-masing.(Agung Ragil)
LihatTutupKomentar