tribatimes.com - Kota Bekasi - Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan menjaga ideologi negara di tengah berbagai tantangan zaman. Bagi putra-putri prajurit TNI yang tergabung dalam organisasi Brigade Anak Serdadu (BAS), peringatan ini memiliki makna yang sangat mendalam karena erat kaitannya dengan nilai perjuangan, pengabdian, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sekretaris Brigade Anak Serdadu, Agung Ragil, menegaskan bahwa BAS lahir dari semangat persatuan dan nasionalisme yang diwariskan oleh para prajurit pejuang bangsa. Ia mengingatkan bahwa cikal bakal organisasi tersebut bermula dari kegiatan Silaturahmi Nasional Brigade Anak Serdadu yang diselenggarakan di Museum Sasmitaloka Jenderal Besar TNI DR. A.H. Nasution, Jalan Teuku Umar No. 40, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 7 Maret 2020 yang lalu.
"Kegiatan tersebut menjadi tonggak sejarah berdirinya Brigade Anak Serdadu dan secara langsung mendapat perhatian serta dukungan dari putri sulung almarhum Jenderal Besar TNI A.H. Nasution, Ibu Hendrianti Sahara Nasution Nurdin, yang saat itu menjadi penasehat dan pembina BAS," ujar Ragil.
Menurutnya, salah satu tokoh penting yang pernah menjadi Dewan Penasehat Brigade Anak Serdadu adalah almarhumah Hendrianti Saharah Nasution, putri dari Jenderal Besar TNI A.H. Nasution yang dikenal sebagai salah satu tokoh sentral dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Sebagai putra seorang Pejuang Seroja, Ragil menilai bahwa nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para prajurit TNI harus terus dijaga dan ditanamkan kepada generasi penerus. Oleh karena itu, BAS hadir tidak hanya sebagai wadah silaturahmi anak-anak prajurit, tetapi juga sebagai organisasi yang berkomitmen menjaga nilai-nilai Pancasila, persatuan, dan nasionalisme.
"Sebagai bagian dari keluarga besar yang mengabdi kepada negara, putra-putri TNI, khususnya pengurus dan kader Brigade Anak Serdadu di seluruh Indonesia, harus menjadi garda terdepan dalam menjaga Pancasila dari berbagai ancaman perpecahan serta paham-paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa," tegasnya.
Ragil menambahkan, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk menginternalisasi semangat juang, patriotisme, dan pengorbanan yang telah dicontohkan oleh para pendahulu.
"Pancasila harus hadir dalam setiap aspek kehidupan. Nilai gotong royong, persatuan, keadilan sosial, dan cinta tanah air harus menjadi pedoman bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks," katanya.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, BAS berharap seluruh generasi penerus keluarga besar TNI mampu terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.
Menutup pernyataannya, Brigade Anak Serdadu menyampaikan tekad dan komitmennya untuk terus mempertahankan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam menggalang persatuan, memperjuangkan kebenaran, menegakkan keadilan, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Brigade Anak Serdadu akan selalu berada di garda terdepan dalam menjaga warisan perjuangan para pendiri bangsa. Pancasila adalah rumah besar yang mempersatukan seluruh anak bangsa, dan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, berdaulat, dan bermartabat," pungkas Ragil.(Catur Sujatmiko)

