Iklan

Dinkes Kabupaten Bekasi Ingatkan Warga Waspada Virus Hanta, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya


tribatimes.com - Kabupaten Bekasi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Hanta (Hantavirus), penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui tikus dan mencit yang terinfeksi.

Melalui unggahan resmi di media sosial, Dinkes Kabupaten Bekasi mengingatkan bahwa penularan virus ini dapat terjadi ketika seseorang menghirup debu atau partikel udara yang telah terkontaminasi urine, feses, maupun air liur tikus yang membawa Hantavirus.

Virus ini menjadi perhatian karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, mulai dari infeksi pada ginjal hingga gangguan pernapasan yang berpotensi mengancam jiwa.

Kenali Gejala yang Perlu Diwaspadai
Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti:

1. Demam tinggi dan sakit kepala 

2. Mual serta nyeri perut

3. Nyeri otot dan tubuh terasa lemas

4. Batuk dan sesak napas

5. Gangguan fungsi paru-paru maupun ginjal

Menurut informasi yang disampaikan Dinkes, Hantavirus memiliki dua bentuk penyakit utama.

Pertama, Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan pembuluh darah. Penyakit ini lebih banyak ditemukan di kawasan Eropa dan Asia, termasuk jenis Seoul Virus yang pernah ditemukan di Indonesia. Gejalanya dapat berkembang menjadi nyeri punggung bagian bawah, penurunan produksi urine secara drastis, hingga munculnya tanda-tanda perdarahan.

Kedua, Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan sistem pernapasan. Kondisi ini ditandai dengan sesak napas berat, batuk parah, hingga penumpukan cairan di paru-paru.

Penularan Antarmanusia Sangat Jarang

Berdasarkan keterangan yang mengacu pada Organisasi Kesehatan Dunia dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, penularan Hantavirus dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi. Sebagian besar kasus terjadi akibat kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi oleh tikus atau mencit yang terinfeksi.

Selain melalui udara yang mengandung partikel kotoran tikus, virus juga dapat masuk ke tubuh melalui kulit yang terluka maupun gigitan tikus.

Lingkungan Kotor Jadi Pemicu Munculnya Tikus

Dinkes Kabupaten Bekasi menegaskan bahwa keberadaan tikus di lingkungan pemukiman tidak terjadi tanpa sebab. Secara alami, tikus akan mencari lokasi yang menyediakan makanan, sumber air, dan tempat berlindung.

Beberapa faktor yang dapat memicu meningkatnya populasi tikus antara lain:

* Sampah rumah tangga yang dibiarkan terbuka

* Penyimpanan bahan makanan yang tidak rapat

* Makanan hewan peliharaan yang terbuka

* Gudang atau area yang dipenuhi barang bekas

* Semak dan rerumputan yang tidak terawat

* Saluran air atau got yang kotor dan tersumbat

* Adanya lubang, celah bangunan, serta akses masuk ke dalam rumah

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Untuk mencegah risiko penularan Hantavirus, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat, di antaranya:

1. Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

2. Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berdebu atau kotor.

3. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan secara berkala.

4. Menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat.

5. Memasang perangkap tikus di area yang berpotensi menjadi sarang.

6. Menutup lubang dan celah yang dapat menjadi akses masuk tikus ke dalam rumah.

Lingkungan Bersih, Kunci Utama Pencegahan

Dinkes Kabupaten Bekasi menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga sanitasi lingkungan, risiko penyebaran berbagai penyakit berbasis lingkungan, termasuk Hantavirus, dapat diminimalkan.

"Kenali, waspadai, dan cegah. Lingkungan yang bersih adalah benteng utama melindungi keluarga dari ancaman Virus Hanta," demikian pesan yang disampaikan Dinkes Kabupaten Bekasi kepada masyarakat.( Redaksi)

LihatTutupKomentar