tribatimes.com - KABUPATEN BEKASI - Pelayanan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) di RSUD Cibitung, Kabupaten Bekasi, mendapat apresiasi dari masyarakat. Kualitas hasil pemeriksaan, kejelasan informasi kepada pasien, serta dukungan dokter spesialis dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Siti Mariam Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Bekasi mengapresiasi layanan MRI RSUD Cibitung yang dinilainya mampu memberikan hasil pemeriksaan dengan kualitas gambar yang baik dan mendukung proses diagnosis medis.
Menurutnya, kehadiran dokter spesialis tambahan, termasuk dokter spesialis orthopedi, dr. Suryadi Wirawan, Sp.O.T., turut memberikan kemudahan bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan terkait gangguan tulang, sendi, maupun cedera tertentu.
Sebelumnya, pasien yang membutuhkan pemeriksaan MRI untuk sejumlah kasus harus mencari layanan ke rumah sakit lain, termasuk di Jakarta maupun rumah sakit swasta di wilayah Kabupaten Bekasi. Dengan tersedianya layanan tersebut di RSUD Cibitung, masyarakat kini memiliki alternatif pemeriksaan di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.
“Kualitas MRI di RSUD Cibitung bagus. Hasil gambarnya jelas dan sangat membantu proses pembacaan medis. Apalagi sekarang ada dokter spesialis tambahan, termasuk dokter orthopedi. Jadi, pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan terkait tulang dan sendi memiliki akses konsultasi yang lebih dekat,” ujar Mariam Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bekasi.
Selain mengapresiasi kualitas layanan pemeriksaan, Ketua FWJI juga menyoroti cara petugas MRI memberikan edukasi kepada pasien sebelum prosedur dilakukan.
Menurutnya, pasien mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya menjaga posisi tubuh agar tetap diam selama proses pemindaian berlangsung. Hal ini diperlukan untuk membantu menghasilkan gambar yang optimal sehingga dapat dibaca oleh dokter.
“Petugasnya ramah dan memberikan penjelasan dengan baik. Pasien diberi tahu bahwa selama pemeriksaan harus berusaha tetap diam. Jika mengalami batuk, sesak, atau merasa tidak nyaman, pasien perlu mengikuti instruksi petugas dan menggunakan tombol panggil yang disediakan sebelum bergerak, sesuai arahan yang diberikan,” ungkapnya.
Ia menilai edukasi tersebut penting agar pasien memahami prosedur pemeriksaan dan tidak melakukan gerakan yang dapat mengganggu kualitas gambar.
Gerakan selama pemindaian memang dapat menimbulkan artefak atau gangguan pada gambar MRI. Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan mungkin perlu diulang untuk mendapatkan hasil yang lebih memadai.
Karena itu, komunikasi yang jelas antara petugas dan pasien menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kelancaran pemeriksaan.
Kolaborasi Dokter Radiologi dan Orthopedi Jadi Nilai Tambah
Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bekasi juga menilai koordinasi antara dokter spesialis radiologi yang membaca hasil MRI dan dokter spesialis orthopedi yang menangani gangguan sistem gerak dapat membantu proses evaluasi pasien secara lebih menyeluruh.
MRI merupakan salah satu pemeriksaan pencitraan yang dapat membantu mengevaluasi jaringan lunak, ligamen, tulang rawan, serta struktur tertentu di sekitar sendi dan tulang belakang. Hasilnya perlu diinterpretasikan bersama kondisi klinis pasien oleh dokter yang berwenang.
“Ini yang menjadi nilai tambah. Pemeriksaan MRI didukung tenaga medis yang sesuai dengan bidangnya. Pasien dengan cedera lutut, gangguan sendi, atau dugaan saraf terjepit bisa mendapatkan evaluasi lanjutan sesuai kebutuhan medisnya,” tegasnya.
Meski demikian, jenis pemeriksaan dan penanganan tetap ditentukan berdasarkan indikasi medis serta hasil evaluasi dokter. Tidak semua pasien dapat langsung menjalani MRI atau memperoleh penanganan lanjutan tanpa pemeriksaan klinis terlebih dahulu.
Keberadaan layanan MRI di RSUD Cibitung juga dinilai berpotensi memberikan manfaat dari sisi penguatan layanan kesehatan daerah. Apabila pasien dapat memperoleh pemeriksaan yang dibutuhkan di rumah sakit milik pemerintah daerah, kebutuhan untuk mencari fasilitas lain dapat berkurang.
Selain memudahkan akses pelayanan, pemanfaatan fasilitas kesehatan daerah juga berpotensi mendukung pendapatan rumah sakit dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sesuai status pengelolaan rumah sakit, ketentuan keuangan yang berlaku, serta mekanisme klaim pembiayaan kepada BPJS Kesehatan bagi pelayanan yang memenuhi persyaratan.
“Kalau fasilitas yang tersedia dimanfaatkan secara optimal, manfaatnya bukan hanya dirasakan pasien, tetapi juga dapat mendukung keberlanjutan pelayanan rumah sakit daerah. Tentu, seluruh proses pembiayaan dan klaim BPJS harus mengikuti ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Atas pelayanan yang diterima, FWJI Korwil Kabupaten Bekasi menyampaikan apresiasi kepada jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RSUD Cibitung, di antaranya:
1. Direktur RSUD Cibitung beserta jajaran, termasuk Wadir Junefi dan Wadir Kulman.
2. Dokter spesialis radiologi RSUD Cibitung.
3. Dokter spesialis orthopedi, dr. Suryadi Wirawan, Sp.O.T.
4. Seluruh perawat serta petugas pelayanan MRI RSUD Cibitung.
FWJI berharap kualitas pelayanan yang telah diapresiasi tersebut dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan, baik dari sisi fasilitas, kompetensi tenaga medis, kecepatan pelayanan, maupun komunikasi dengan pasien.
“Terima kasih kepada jajaran RSUD Cibitung atas pelayanan yang diberikan. Kami berharap kualitas ini terus dipertahankan dan ditingkatkan agar masyarakat Kabupaten Bekasi semakin mudah mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan di rumah sakit milik pemerintah daerah sendiri,” pungkas Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bekasi.
Peningkatan layanan kesehatan daerah pada akhirnya tidak hanya diukur dari tersedianya peralatan medis modern, tetapi juga dari mutu hasil pemeriksaan, ketepatan diagnosis, kompetensi tenaga kesehatan, transparansi pembiayaan, serta pengalaman pasien dalam memperoleh pelayanan yang aman dan profesional.
Reporter Catur Sujatmiko

