Iklan

BARU SELESAI SUDAH RETAK! PENINGKATAN JALAN KAMPUNG SELANG BOJONG WANASARI DISOROT, FWJI PERTANYAKAN PENGAWASAN PROYEK



tribatimes.com - KABUPATEN BEKASI - Kualitas pekerjaan peningkatan jalan di Kampung Selang Bojong, RW 001, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan. Beton jalan yang baru selesai dikerjakan dilaporkan mengalami sejumlah retakan dan Ketebalan beton. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mutu konstruksi, kesesuaian spesifikasi teknis, serta efektivitas pengawasan proyek.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, Rabu (28/10/2026), sejumlah retakan terlihat pada permukaan beton jalan. Selain itu, pemasangan papan bekisting pada sisi jalan yang berbatasan langsung dengan tembok turut menjadi perhatian karena diduga tidak dilakukan sebagaimana mestinya.

Awak media juga mengukur ketebalan beton berada di kisaran 12–13 sentimeter pada pinggiran beton. Meski demikian, kemunculan retakan pada beton yang baru selesai dikerjakan patut mendapat perhatian serius. Sebab, jalan yang dibangun menggunakan anggaran APBD tahun 2026 semestinya memenuhi persyaratan mutu, ketahanan, dan manfaat sesuai perencanaan.

FWJI Pertanyakan Fungsi Pengawasan

Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Koordinator Wilayah Kabupaten Bekasi, Mariam, menyayangkan apabila pekerjaan infrastruktur yang menggunakan anggaran APBD diduga tidak dilaksanakan sesuai ketentuan teknis.

“Masih saja ada pekerjaan seperti itu. Padahal, di Kabupaten Bekasi belum lama ini ada yang terjerat kasus ijon,” ujar Mariam.

Mariam menilai, temuan di lapangan harus menjadi perhatian pihak terkait, terutama dalam memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Ia juga mempertanyakan fungsi pengawasan, termasuk peran pengawas lapangan dan konsultan yang bertanggung jawab mengawal mutu pekerjaan sejak tahap pelaksanaan hingga selesai.

“Pekerjaan ini apakah diawasi oleh pengawas dan konsultan? Seharusnya menggunakan bekisting agar ketebalan betonnya sesuai. Bagaimana mau tahan lama, baru selesai seumur jagung saja sudah seperti ini,” tuturnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya dinyatakan selesai secara administratif. Kualitas fisik di lapangan juga harus menjadi tolok ukur utama agar masyarakat memperoleh manfaat dari anggaran yang dibelanjakan.

Kabid Toni Dikonfirmasi, Mengaku Sedang Rapat

Awak media berupaya mengonfirmasi Kabid Toni melalui pesan WhatsApp terkait kondisi pekerjaan, dugaan retakan beton, ketebalan jalan, serta pelaksanaan pengawasan proyek tersebut.

Dalam keterangannya melalui WhatsApp, Toni hanya memberikan jawaban singkat bahwa dirinya sedang rapat.

Reporter Catur Sujatmiko 

LihatTutupKomentar