tribatimes.com - Kabupaten Bekasi - Indonesia yang berada di wilayah tropis dengan dua musim, yakni hujan dan kemarau, kembali menghadapi dampak cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas cukup lebat yang mengguyur wilayah Indonesia terkhususnya di Kabupaten Bekasi sejak Malam Minggu malam hingga Minggu pagi mengakibatkan meluapnya Kali Sadang dan menimbulkan banjir di sejumlah wilayah.
Salah satu wilayah terdampak adalah Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi. Akibatnya, luapan Kali Sadang tersebut, sebanyak 8.760 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak banjir yang merendam permukiman warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja, turun langsung meninjau lokasi banjir di depan RSUD Cibitung dan Perumahan Villa Mutiara, Kecamatan Cibitung. Dalam kunjungannya, Plt Bupati juga melakukan dialog melalui sambungan video call dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, guna melaporkan kondisi terkini di lapangan.
Dalam perbincangan tersebut, Gubernur Jawa Barat menyoroti persoalan perubahan tata ruang di wilayah Cibitung. Menurutnya, banyak lahan persawahan yang telah beralih fungsi menjadi kawasan perumahan, sehingga berdampak pada berkurangnya daerah resapan air.
“Banyak sawah yang sudah menjadi perumahan di wilayah Cibitung, nanti kita sama-sama mencari solusinya,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada Plt Bupati Bekasi melalui sambungan video call.
Di lokasi yang sama, Lurah Wanasari, Ujang Sukrilah, menjelaskan bahwa banjir melanda hampir seluruh wilayah kelurahan. Tercatat sebanyak 17 RW dengan total 8.760 KK terdampak akibat banjir tersebut.
“Ada 17 RW dan 8.760 KK yang terdampak akibat banjir,” ujar Ujang Sukrilah.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan penanganan darurat, termasuk pemantauan kondisi warga, pendistribusian bantuan, serta upaya antisipasi agar banjir tidak meluas apabila hujan kembali turun.(Catur Sujatmiko)

