Iklan

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Villa Mutiara Jaya Perbaiki Jalan, FWJI Turut Menyoroti



tribatimes.com - Kabupaten Bekasi - Jalan merupakan sarana vital penunjang mobilitas masyarakat, baik untuk menuju tempat kerja, sekolah, hingga memperlancar distribusi hasil panen ke pasar. Namun kondisi ideal tersebut belum dirasakan warga Jalan Anggrek III Perumahan Villa Mutiara Jaya Blok M 85B No.14 RT 001 RW 011 dan RW 014, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Jalan lingkungan tersebut mengalami kerusakan cukup parah dan berlubang sejak lama. Ironisnya, meski setiap tahun telah diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), hingga kini perbaikan jalan belum juga terealisasi.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga. Tak ingin terus menunggu tanpa kepastian, masyarakat akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan jalan secara swadaya dan gotong royong, dengan mengumpulkan dana serta tenaga dari warga sekitar.

Ketua RW 011, Sapan, saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa upaya administratif telah dilakukan sesuai prosedur, namun hasilnya nihil.

“Pengajuan perbaikan jalan sudah kami lakukan melalui Musrenbang, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Akhirnya kami bergerak bersama warga untuk memperbaiki jalan ini secara gotong royong dan swadaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi jalan yang rusak sangat mengganggu aktivitas warga dan berpotensi membahayakan keselamatan, terutama saat hujan karena jalan menjadi licin dan tergenang.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Koordinator Wilayah Kabupaten Bekasi, Mariam, turut menyoroti kondisi tersebut. Ia menilai langkah swadaya warga patut diapresiasi, namun seharusnya tidak menjadi solusi permanen.

“Gotong royong warga ini patut diapresiasi, karena menunjukkan kepedulian dan kebersamaan masyarakat. Namun pemerintah daerah juga harus hadir dan responsif, karena perbaikan infrastruktur jalan adalah kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Mariam.

Menurutnya, usulan yang telah diajukan melalui Musrenbang seharusnya menjadi prioritas, terutama jika menyangkut keselamatan dan mobilitas warga.

“Jangan sampai Musrenbang hanya menjadi formalitas. Pemerintah harus menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara nyata dan merata,” tambahnya.( Catur Sujatmiko)
LihatTutupKomentar